-->

Tips dan Triks Menghadapi UAN 2010

Posted by admin on February 9, 2010 under Psikologi Pendidikan | Be the First to Comment

ujian nasional 2010

ujian nasional 2010

Bagi anda para pelajar SMU, Ujian Akhir Nasional (UAN) dan SPMB adalah dua hal penting yang sangat menetukan nasib anda. Karena model UAN sekarang sudah cukup berat, dengan standar nilai yang lumayan sulit untuk dicapai. Begitu juga dengan SPMB yang banyak sekali saingan dari rekan-rekan anda sesama pelajar SMU agar bisa masuk di Perguruan Tinggi Negeri yang ternama. Kali ini saya akan tuliskan Tips dan Trik untuk Sukses UAN 2010 dan SPMB 2010.

Tips dan Triks UAN 2010 :

1.  Cobalah rekan-rekan pelajar mencari soal-soal UAN tahun-tahun sebelumnya, dan kerjakan dengan maksimal. Ketika mengerjakan soal UAN jadikan seolah-olah sepertianda sedang menghadapai UAN sesungguhnya, dan catat skor anda ketika berlatih.

2.  Sering ikut try out atau latihan soal yang diadakan oleh lembaga bimbingan belajar untuk mengukur kemampuan anda.

3.  Coba cari buku-buku yang berisi rumus-rumus praktis yang bisa membantu anda mengerjakan soal dengan cepat. Perlu anda ketahui, banyak lembaga bimbingan belajar yang mendapatkan rumus praktis dari membaca lho… jadi jangan minder jika tidak ikut bimbingan

4.   Usahakan proses latihan dan test try out anda lakukan semaksimal mungkin.

5.  Anda tidak perlu membaca materi atau buku kelas 1 atau kelas dua, anda cukup mempelajarinya ketika anda berlatih dengan soal.

6. Berdoa dan minta lah restu orang tua anda

Selamat Berjuang di Ujian Akhir Nasional 2010 !!

Incoming search terms for the article:

tips menghadapi uan (30), tips uan (26), tips menghadapi ujian nasional 2010 (12), tips ujian nasional 2010 (11), kiat menghadapi uan (7), UJIAN AKHIR NASIONAL (6), Cara menghadapi UAN (6), ujian akhir nasional 2010 (4), tips UN 2010 (3), tips dan trik ujian nasional 2010 (3), tips menghadapi UASBN (3), trik menghadapi uan (3), cara menghadapi uasbn (3), cara menghadapi uan 2010 (3), TRIK MENGHADAPI UJIAN (3), tips menghadapi uan 2010 (3), trik un 2010 (3), tips dan trik menghadapi UN (3), pengertian trik menghadapi uan 2010 (2), cara menghadapi ujian nasional (2), tip menghadapi ujian nasional (2), tips dan trik menghadapi UASBN (2), TIPS TRIK MANGHADAPI UASBN (2), Trik menghadapi UAN 2010 (2), menghadapi ujian nasional (2), tips menghadapi uasbn tahun 2010 (2), tips hadapi uan (2), tips menghadapi un 2010 (1), Tips dan trik mengahadapi UN (1), tips menghadapi ujian nasional (1), tips menghadapi UASBN 2010 (1), www uan2010 (1), trik menghadapi uasbn 2010 (1), Trik-trik menghadapi UN (1), trik-trik menghadapi ujian nasinal (1), trik unas 2010 (1), trik uasbn 2010 (1), trik menghdapu uan (1), trik mengerjakan UN 2010 (1), trik mengadapi UASBN (1), trik dan tips menghadapi ujian nasional 2010 (1), trik-trik UASBN (1), tips mengahdapi unas (1), Tip dan trik (1), menghadapi UASBN 2010 (1), Menghadapi uan 2010 (1), KIAT MENGHADAPI UAN 2010 (1), Info-info uan 2010 (1), Info uan (1), dampak negatif ujian nasional sma 2010 (1), cara mudah ujian akhir nasional 2010 (1), cara menghadapi uuan (1), cara menghadapi ujian akhir nasional (1), cara menghadapi ujian (1), Cara Mengatasi UN 2010 (1), TIP MENGHADAPI UAN (1), tip menghadapi UAN 2010 (1), tips mengadapi uan (1), tips hadapi un (1), tips hadapi ujian nasional 2010 (1), tips dan triks menghadapi UN (1), tips dan trik untuk siswa yang akan UAN 2010 (1), tips dan trik menghadapi UN 2010 (1), Tips dan trik menghadapi Ujian Nasional (1), tips dan trik menghadapi soal fisika uan smp (1), TIPS DAN TRICK MENGHADAPI SPMB (1), tips belajar prakhs ujian nasional (1), tips and trik dalam menghadapi pengertian Un (1), tips & trik menghadapi uasbn (1), cara mengahadapi UAN (1)

Cara Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah

Posted by admin on February 27, 2009 under Psikologi Pendidikan | Be the First to Comment

Kecemasan atau anxiety merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif sebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.

Adalah Sigmund Freud, sang pelopor Psikoanalisis yang banyak mengkaji tentang kecemasan ini. Dalam kerangka teorinya, kecemasan dipandang sebagai komponen utama dan memegang peranan penting dalam dinamika kepribadian seorang individu.

Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:

1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.
2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.
3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma

Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi. Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu: (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan (2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.

Di sekolah, banyak faktor-faktor pemicu timbulnya kecemasan pada diri siswa. Target kurikulum yang terlalu tinggi, iklim pembelajaran yang tidak kondusif, pemberian tugas yang sangat padat, serta sistem penilaian ketat dan kurang adil dapat menjadi faktor penyebab timbulnya kecemasan yang bersumber dari faktor kurikulum. Begitu juga, sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, galak, judes dan kurang kompeten merupakan sumber penyebab timbulnya kecemasan pada diri siswa yang bersumber dari faktor guru. Penerapan disiplin sekolah yang ketat dan lebih mengedepankan hukuman, iklim sekolah yang kurang nyaman, serta sarana dan pra sarana belajar yang sangat terbatas juga merupakan faktor-faktor pemicu terbentuknya kecemasan pada siswa.yang bersumber dari faktor manajemen sekolah.

Menurut Sieber e.al. (1977) kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.

Mengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:

1. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.
2. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.
3. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.
4. Sewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.
5. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.
6. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.
7. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.
8. Di hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.
9. Pengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.
10. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.

Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai bentuk kecemasan dan mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.

Refleksi untuk Anda:

Bagaimana hubungan antara kecemasan siswa dengan Ujian Nasional?

Incoming search terms for the article:

kecemasan (10), masalah siswa di sekolah (9), mencegah kecemasan siswa di sekolah (9), penyebab cemas (7), kecemasan adalah (6), kecemasan belajar (6), arti kecemasan (5), cara mencegah kecemasan siswa di sekolah (5), cara mencega kecemasan siswa di sekolah (4), penanggulangan kecemasan (3), faktor penyebab adanya masalah siswa di sekolah (3), kasus konflik antar siswa di sekolah (2), faktor penyebab terjadinya masalah disekolah (2), kecemasan dan cara mengatasinya (2), masalah siswa (2), tindakan mengatasi cemas (2), kecemasan siswa menghadapi uan (2), tindakan-tindakan yang dapat mencegah konflik antar sekolah (2), tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antara sekolah (2), tugas siswa di sekolah (2), cara menanggulangi kecemasan saat pelajaran disekolah (2), sekolah mencegah dampak negatif internet (1), tindakan yang mencegah konflik antar sekolah (1), upaya mencegah rasa cemas (1), mencegah kecemasan menghadapi ujian nasional (1), tips efektif dalam konseling siswa (1), mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), upaya untuk mencegah konflik antar sekolah (1), upaya-upaya untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah ? (1), www cara mencegah kecemasan com (1), mencegah timbulnya rasa cemas (1), minat belajar siswa disekolah (1), related:mki idionline org/index php?uPage=mki mki_dl&smod=mki&sp=public&key=MTM1LTEy kecemasan menurut freud (1), penyebab terjadinya kecemasan (1), siswa sma mesum di linkungan sekolah (1), penyebab anak sering pingsan di sekolah (1), tindakan mencegah terjadinya konflik (1), pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar (1), pencegahan internet bagi siswa (1), stress pada siswa (1), motivasi untuk mengurangi kecemasan (1), pengertian kecemasan siswa (1), layanan konseling mengenai kecemasan (1), konsep cemas (1), kecemasan*belajar (1), cara pencegahan dampak teknologi (1), cara motivasi diri di sekolah (1), Cara menghindari dampak negatif dari Facebook (1), cara menghadapi semua masalah di sekolah akibat facebook (1), cara mencegah kecemasan siswa menghadapi UN (1), cara mencegah gangguan emosi (1), cara mencegah dampak negatif dari facebook (1), cara mencegah bosan dalam pelajaran (1), cara menangani siswa dengan gangguan belajar di sekolah (1), cara memberikan info ke murid (1), cara guru memahami kesulitan siswa (1), cara - cara menghindari facebook (1), bahaya memalsukan transkrip nilai (1), cara penerapan bimbingan konseling disekolah (1), cara siswa meningkatkan prestasi disekolah (1), ciri ciri orang cemas (1), kecemasan menghadapi ujian (1), apakah neurotik (1), kasus tentang kecemasan menghadapi ujian (1), kaitan antara kecemasan siswa dengan ujian akhir nasional (1), intensitas pemberian tugas (1), gejala kecemasan pada pencernaan (1), faktor yang meyebabkan cemas (1), faktor pemicu stress pada siswa (1), Faktor pemicu kekhawatiran (1), faktor adanya ANCAMAN di sekolah (1), disiplin sekolah (1), defenisi simptom (1), dampak negatif sekolah pada siswa (1), arti simptom (1)