Pidato SBY yang Mengguncang Dunia

Susilo Bambang Yudhoyono

sby2 Pidato SBY yang Mengguncang DuniaPengarang buku Word That Shook The World Richard Greene menyerahkan karyanya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela pertemuan menjelang dibukanya KTT G20 di Toronto, Kanada, Sabtu siang waktu setempat atau Minggu dini hari (27/6). Di dalam buku yang juga diluncurkan untuk pasar Indonesia ini, Greene memuat pernyataan Presiden Yudhoyono dalam satu bab khusus. Selain Presiden Yudhoyono, pernyataan Presiden AS Obama juga ditulis dalam buku tersebut

Greene yang mendapat julukan The Master of Charisma versi Sunday Times of London menilai Indonesia berhasil mengejutkan dunia di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono sehingga berhasil keluar dari krisis ekonomi yang melanda dunia.

“Cara pemikiran Presiden Yudhoyono dengan konsep soft power dan mengutamakan kepemimpinan dengan hati menjadi sebuah kekuatan untuk mempengaruhi dunia,” kata Green saat menyerahkan buku kepada Presiden Yudhoyono di Westin Hotel, Toronto, Kanada, Sabtu sore waktu setempat (26/6).

Presiden Yudhoyono sendiri menceritakan pidato yang disampaikan di Harvard University soal hubungan Islam dan Barat telah mengundang perhatian Green untuk dijadikan buku. “Saya menerima permintaan Green yang minta diabadikan dalam sebuah buku dan dipadukan dengan pidato Obama. Pidato itu akhirnya diterbitkan dalam addendum buku Words That Shook The World.

Buku karya Green ini berisi pernyataan para pemimpin negara yang berhasil merubah keadaan dunia. Mulai dari Winston Churchill, John F Kennedy hingga Martin Luther King Jr dan Jenderal Douglas MacArthur. Yang mencetak sejarah dengan pernyataan kritisnya.
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/

Incoming search terms for the article:

download video pidato sby (1), gudang pidato (1), pidato sby (1), pidato sby 1 9 (1), pidato sby 2010 (1), PIDATO YANG MENGGUNCANG DUNIA (1), Prediksi pidato sby (1)

Tulisan Santi Sehari Sebelum Mavi Marmara Diserang Israel

santi sokanto

Jakarta - Santi Soekanto adalah salah satu dari 12 WNI di kapal Mavi Marmara yang diserbu Israel. Sebelum penyerbuan itu, Santi sempat mengirimkan surat elektronik yang sangat menyentuh.

Surat jurnalis Hidayatullah ini bertajuk ‘Gaza Tidak Membutuhkanmu!’ yang dikirim pada Minggu 30 Mei 2010, atau sehari sebelum serangan Israel. Surat ini dibuat di atas kapal Mavi Marmara saat masih berada di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Saat itu, Santi dan anggota tim Freedom Flotilla lain tengah menunggu kedatangan tim lain untuk nanti sama-sama berangkat ke Gaza. Namun kabar akan serangan Israel sudah beredar.

“Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran,” kata Santi dalam pembukaan suratnya.

Santi berbagi pengalamannya bertemu dengan ratusan orang dengan berbagai latar belakang. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Ada anak buah politisi Inggris yang petantang-petenteng, sampai aktivis perempuan muslimah yang pendiam, namun cekatan untuk memastikan semua rombongan bisa makan tepat waktu. Berikut adalah surat lengkap Santi untuk temannya Tommy Satryatomo yang kemudian dipasang di blognya:

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia “tangan kanan” seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan “Heroes of Islam” alias “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta’ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah’s anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, “Untuk Gaza!” namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air – lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram
Masih ndableg.
Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.

Blus!
Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj’alni minat tawwabiin
Allahumaj’alni minal mutatahirin
Allahumaj’alni min ibadikassalihin

29 Mei 2010, 22:20

Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010. (fay/nrl)

Israel Serang Kapal Kemanusiaan

korbanmavimara-dlm


Gaza – Korban tewas terus bertambah dalam penyerangan kapal Mavi Marmara dan 5 kapal lain dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang dilakukan pasukan Israel.

Hingga kini sebanyak 10 orang diyakini telah tewas dalam penyerangan terhadap konvoi enam kapal kemanusiaan di perairan Gaza tersebut.

Demikian menurut organisasi Free Gaza Movement, seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (31/5/2010). Free Gaza Movement merupakan kelompok yang mengorganisir keberangkatan armada Freedom Flotilla ini.

Menurut kelompok tersebut, enam kapal yang ikut dalam konvoi kemanusiaan ini saat ini sedang diderek menuju Kota Haifa, Israel dan bukan menuju Kota Ashdod guna menghindari para jurnalis yang telah menanti.

Ada 12 relawan dan wartawan dari Indonesia di kapal ini. Hingga saat ini, 12 WNI yang ikut serta dalam rombongan ini belum diketahui. (ita/ita)

Innalillahi…Malam ini Ny Ainun Habibie Wafat

Habibie-sedang-mencium-istrinya-Ainun-Habibie-yang-sedang-koma
Habibie sedang mencium istrinya Ainun Habibie yang sedang koma Innalillahi...Malam ini Ny Ainun Habibie Wafat

Ny Ainun Habibie Wafat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istri mantan Presiden BJ Habibie, Ainun Habibie dikabarkan telah meninggal dunia. Ainun menghembuskan nafas terakhir pada pukul 17.35 waktu Jerman atau pukul 23.00 WIB.

“Ya benar tadi meninggal pukul 17.35 WIB, ” ujar Mamat penjaga kediaman mantan Presiden BJ Habibie di Patra Kuningan XIII Blok L XV saat dihubungi melalui telepon, Sabtu(22/5/2010).

Belum diketahui secara pasti kapan jenazah akan dibawa ke Indonesia.

Sebelumnya, Ainun diketahui mengidap penyakit bronchitis dan lemah jantung. Ada juga yang mengatakan Ainun mengidap kanker rahim dan tumor.

Hasri Ainun masuk rumah sakit sejak 24 Maret lalu. Selama masa perawatan, isteri mantan presiden ke-3 RI ini telah menjalani sembilan kali operasi yakni empat operasi utama dan lima ekspolarasi.

Pada sepuluh hari pertama dilakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan lanjut atau pendalaman untuk perencanaan tindakan medis dan operasi. Kemudian pada 7 April, sudah dilakukan operasi selama 6 jam untuk mengangkat tumor utama.

Antara tanggal 10 hingga 23 April dilakukan empat kali operasi lanjutan untuk pengecekan (laparatomi eksplorasi). Tanggal 26 April dan 1 Mei dilakukan operasi utama ke-3 dan ke-4, masing-masing selama dua jam. Tanggal 6 Mei dilakukan laparatomi eksplorasi ke-5. Dalam setiap operasi, semua berjalan lancar.

Video Ricuh Rapat Paripurna Century

VIVAnews – Suasana panas mewarnai sidang paripurna Pansus Hak Angket Century, Selasa 2 Maret 2010. Sejumlah anggota yang tidak puas paripurna hanya membacakan kesimpulan dan rekomendasi, serta ditutup mendadak mengajukan protes.

Protes disampaikan tidak hanya dari kursi anggota. Tidak puas aksi protesnya tak digubris pimpinan dewan yang dikomandoi Marzuki Alie, mereka merangsek ke depan.

Di antara yang menuju ke depan pimpinan dewan adalah Max Sopacua dari Demokrat, Melkianus Mekeng dari Golkar dan Akbar Faizal dari Hanura.

Kericuhan ini membuat Ketua DPR Marzuki Alie dievakuasi. Sedangkan yang bertahan di kursi pimpinan dewan adalah Priyo Budi Santoso, Pramono Anung dan Anis Matta.

[Read more...]

Related Posts with Thumbnails

Incoming search terms for the article:

video rapat (1)