SERP melorot di Objek Wisata Pandeglang

kenali dan kunjungi serp

baru 2 hari lalu kegirangan dari melihat posisi blog jauh di bawah angka 1000 trus naik jadi posisi 189 dengan kata kunci Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang membuat saya tambah semangat untuk mengejar dan terus mengejar ..

kenali dan kunjungi serp

Tiba-tiba dan tanpa di duga setelah semalem berusaha lagi untuk mengejar posisi di google, pagi ini ketika saya cek, loh kok.. rank saya melorot jadi 264 waduh ada apa ini kok tiba tiba melorot , setelah saya cek backlink saya ada yang hilang satu nih , ternyata link yang saya tanem di domain (dot)edu yang dari beberapa hari yang lalu masih ada ternyata sudah hilang tak berbekas.

Apakah mitos bahwa Google memberi perlakuan khusus bagi domain yang mempunyai backlink dari domain (dot)edu memang benar adanya ? ehm.. menurut sepengetahuan saya dari beberapa forum yang saya ikuti memang banyak yang merasa wajib jikalau blognya itu mempunyai backlink dari domain (dot)edu tentunya yang “do follow”.

Well, kaya nya saya harus lebih semangat lagi nih untuk mengejar peringkat di google.co.id dengan kata kunci Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman nasional yang berada di Provinsi Banten [dulu termasuk Provinsi Jawa Barat] ini dinamai Ujung Kulon lantaran letaknya di ujung Pulau Jawa bagian barat. Taman nasional ini mulai dikembangkan sebagai kawasan cagar alam sejak tahun 1820-an, atau setelah munculnya gagasan dari para sarjana kolonial Hindia-Belanda yang datang ke Pulau Jawa untuk menciptakan kawasan konservasi alam di Ujung Kulon. Sarjana-sarjana kolonial yang sebagian besar merupakan anggota Organization for Scientific Research in Netherlands Indies ini di antaranya merupakan ahli botani, satwa, geografi, oceanografi, dan geologi. Oleh karenanya, penemuan kawasan ini merupakan lahan emas bagi pengembangan sains mereka.

Setelah berlabuh di semenanjung Pulau Jawa bagian barat, mereka melihat keelokan alam—dengan berbagai jenis tanaman tropis dan binatang—khas Pulau Jawa yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Mereka melakukan ekspedisi dan eksplorasi alam di Ujung Kulon dengan mendokumentasikan [melakukan pencatatan-pencatatan] dan mengoleksi segala sesuatu yang dianggap asing dan penting dalam khazanah keilmuan mereka. Akhirnya, mereka menggagas untuk menetapkan kawasan—yang mencakup Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, Pulau Handeuleum, dan Pulau Peucang—ini sebagai salah satu domain riset dan pengembangan ilmu alam di Asia-Pasifik.

Kendati motivasi utama mereka adalah untuk pengembangan sains, pemerintah kolonial menganggap aktivitas mereka merusak ekosistem kawasan Ujung Kulon. Sebagaimana tertulis dalam catatan sejarah kolonial, selain melakukan riset, para sarjana tersebut juga melakukan perburuan-perburuan terhadap berbagai satwa sebagai upaya memperbanyak koleksi museum-museum sains di negara asal mereka dan ini berlangsung hingga puluhan tahun lamanya [1853—1910]. Memasuki tahun 1910, pemerintah kolonial Hindia-Belanda mengeluarkan kebijakan untuk melindungi kawasan Ujung Kulon yang makin hari semakin rusak. Kendati demikian, aktivitas pengrusakan ekosistem di Ujung Kulon itu tetap berlangsung hingga sebelum Perang Eropa II pecah di tahun 1939.

Setelah terbentuknya negara Republik Indonesia [RI] di tahun 1945, kawasan Ujung Kulon yang tadinya terbengkalai mulai diperhatikan lagi. Pada tahun 1958 pemerintah RI menetapkan kawasan ini sebagai kawasan cagar alam, kendati belum digarap dengan serius. Departemen Kehutanan mengupayakannya dengan mengusulkan ke UNESCO agar area taman nasional ini dijadikan sebagai world heritage site pada kategori hutan bercurah hujan tinggi di dataran rendah terluas di Jawa. Akhirnya, pada tahun 1992 Taman Nasional Ujung Kulon diresmikan sebagai sebuah situs cagar alam dunia oleh UNESCO. Kini, taman nasional ini berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam untuk di Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang.

Keistimewaan

Bila ditilik secara historis, Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia. Taman ini merupakan cikal-bakal beberapa taman nasional di Indonesia, seperti Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara atau kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara.

Selain nilai historisnya, kawasan ini memiliki zona inti seluas kurang lebih 120.551 ha yang terbagi menjadi 76.214 ha berupa daratan dan 44.337 ha berupa lautan dan daerah berbatu karang. Zona inti yang berfungsi sebagai cagar alam dan suaka margasatwa ini memiliki berbagai macam keistimewaan, di antaranya keanekaragaman jenis biota laut, darat, dan satwa langka.

Badak Ujung Kulon
Satwa langka yang dimaksud di atas salah satunya adalah badak Jawa bercula satu [rhinoceros sondaicus] atau yang biasa disebut bacusa. Hewan langka ini merupakan salah satu ciri khas Taman Nasional Ujung Kulon dengan tingkat populasi sekitar 50—60 ekor. Habitat lain dengan populasi lebih rendah [kurang dari 10 ekor] berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Populasi satwa yang termasuk kategori hewan purba tersebut kini terancam punah karena tindakan para kolektor cula [tanduk] badak, namun wisatawan masih dapat menyaksikan wujud dan kehidupan mereka di sini. Di kawasan ini, terdapat beberapa satwa liar dan langka lainnya, seperti rusa, mancak, banteng Jawa (bos javanicus), primata [monyet dan simpanse], babi hutan, rase lemur, lutung (presbytis cristata), gibon Jawa (hylobates moloch), anjing hutan (coun alpinus), kucing batu (felis bengalensis), harimau (panthera trigis), suruli (presbity aygula), dan 270 jenis burung.

Kekayaan lainnya berupa biota laut, salah satunya ialah keindahan terumbu karang yang menjadi sumber makanan dan tempat berlindungnya ribuan jenis ikan laut. Karenanya, konservasi terhadap terumbu karang menjadi perhatian besar pengelola taman nasional. Pesan yang ingin disampaikan oleh pengelola pada wisatawan ialah rusaknya terumbu karang berarti juga ancaman bagi ekosistem ribuan ikan yang ada di zona laut di kawasan taman nasional ini.

Kekayaan lain yang juga menjadi keistimewaan kawasan ini ialah tumbuhnya berbagai vegetasi tropis di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon—di area hutan lindung yang di dalamnya terdapat gunung dan pulau-pulau. Taman nasional ini memiliki lebih dari 700 spesies tanaman di mana sedikitnya 57 jenis dari jumlah keseluruhan termasuk dalam klasifikasi tanaman langka di Jawa, bahkan di dunia. Kelestarian berbagai tanaman ini terus dijaga karena memengaruhi lestarinya alam secara keseluruhan, seperti kehidupan hewan, kesuburan tanah, keasrian kawasan, dan bersihnya udara dari pengaruh polusi udara. Wisatawan tak hanya akan menjelajahi dan menikmati kawasan dengan kekayaan alam yang sangat mengesankan tersebut, melainkan juga dapat belajar bagaimana menghargai alam.

Lokasi

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon masuk wilayah administrasi Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia.

Akses

Bila wisatawan dari Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, hanya memakan waktu sekitar 2—3 jam perjalanan darat dengan kendaraan pribadi atau bus yang menyusuri jalan antarprovinsi menuju ke arah Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang (batas timur taman nasional). Atau, jika wisatawan berada di Kota Tangerang, perjalanan jalur darat diperlukan kurang lebih 4 jam menggunakan bus atau kendaraan bermotor. Sesampainya di sana, wisatawan yang hendak menuju Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan harus menyebrang laut dengan speed boat. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa speed boat masih dalam konfirmasi.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Kawasan ini dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih yang memadai bagi wisatawan. Pilihan penginapan dari berbagai model [hotel, motel, homestay, maupun cottage] dengan variasi harga sewa dapat ditemukan di Tamanjaya [masih dalam area taman nasional], Pulau Peucang [dengan tarif menginap berkisar Rp 150.000—Rp 500.000], dan Pulau Handeuleum. Ada penginapan, tentu ada pula rumah makan. Di kawasan ini, restoran ataupun café menyuguhkan berbagai pilihan menu masakan khas Nusantara maupun yang bercitarasa internasional. Di samping itu, juga tersedia jasa informasi, pemandu wisata, dan fasilitas kapal kecil [speed boat] bagi wisatawan yang ingin menjelajahi antarpulau di kawasan taman nasional ini. Ada fasilitas langsung ketika wisatawan membeli tiket masuk taman nasional ini, yakni wisatawan secara otomatis mendapat jasa asuransi. Ayo mari Kita Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Sumber : Wisata Melayu

Incoming search terms for the article:

cagar alam ujung kulon (16), www florafaunajawa com (1)

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Koordinat : 60 21' - 70 10' LS 1040 48'- 1060 11' BT

Letak Geografis

Kabupaten Pandeglang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Luas wilayahnya 2.747 km², dan jumlah penduduknya 1,585 juta jiwa (2008). Kabupaten Pandeglang terdiri atas 35 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Pandeglang, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten, Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan

[Read more...]

Incoming search terms for the article:

pantai cibaliung pandeglang (1), WISATA DI PANDEGLANG (1)

Polisi Tangkap Penyebar Video Mesum Poso

Aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, Ahad tengah malam, menangkap dua pemuda yang dicurigai telah menyebarkan video mesum yang melibatkan seorang siswi SMU setempat dengan pacarnya. Kedua pemuda yang masih dirahasiakan namanya itu diciduk di tempat terpisah dan dibawa ke Mapolres Poso untuk dimintai keterangan.

Seusai penangkapan, seorang penyidik polisi setempat, Briptu Andi, kepada wartawan mengatakan, kedua pemuda itu diamankan mereka karena tuduhan telah melakukan beberapa perbuatan pidana, antara lain merekam dan menyebarkan gambar cabul kepada masyarakat dengan menggunakan telepon genggam.

Selain itu, keduanya ditengarai telah merampas kemerdekaan orang lain dengan memaksa korban wanita berinisial Nl (17) yang tertangkap basah sedang berduaan dengan pacarnya di sebuah pantai wisata di pinggiran utara kota Poso untuk melepaskan pakaiannya, guna diabadikan ke dalam telepon genggam.

Juga, kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dicurigai telah melakukan pemerasan dan pengancaman kepada para korban agar menyerahkan sejumlah uang dengan jaminan akan menutup kasus mereka, namun belakangan justru gambar yang diambil itu disebarluaskan kepada masyarakat.

Sebelum penangkapan, pihak keluarga Nl yang didampingi beberapa aktivis dari Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah mendatangi Mapolres Poso untuk melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan kedua pelaku tersebut.

Mereka juga menyerahkan alat bukti berupa rekaman video tidak senonoh yang sudah beredar luas di tengah masyarakat kota Poso selama beberapa hari terakhir. “Kami berharap polisi dapat memproses kasus ini dan mengenakan para pelaku dengan ancaman hukuman maksimal dalam KUHP dan UU Perlindungan Anak, sebab sudah mencemarkan nama baik Nl beserta keluarganya,” pinta Mutmainah Korona, Direktur KPPA Sulteng.

Sementara itu, dalam rekaman video telepon genggam berdurase 1:53 menit yang disebarluaskan kedua pelaku tersebut, terlihat Nl sedang bermesraan dengan pacarnya di sebuah pantai wisata di kota Poso. Dalam gambar itu juga terlihat perempuan Nl seolah-olah dipaksa salah seorang pelaku untuk melepaskan pakaiannya di hadapan beberapa lelaki dan pacarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Poso, Mahmud Aldjufri, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya masih melihat perkembangan proses penyidikan yang dilakukan oleh polisi terhadap kasus yang menimpa salah seorang muridnya berinisial Nl, sebelum mengambil keputusan.

“Kami masih melihat perkembangan proses penyidikannya, apakah dia itu menjadi korban atau lainnya. Kalau tokh menjadi korban (percobaan perkosaan dan pemerasan), pihak kami juga akan memberikan dukungan pembelaan,” katanya. (Ant)

Sumber : Tv One

Incoming search terms for the article:

vidio poso (75), video poso (20), video korban poso (10), vidio tagedi poso (1)

Video Stress – Marshanda

Puluhan video menampilkan aksi seseorang yang mirip Marshanda di dalam kamarnya bikin heboh Youtube. Namun kini video-video tersebut telah dihapus sang pemiliknya.

Seseorang dengan ID Youtube Marshandaofficials, telah mengunduh puluhan video. Rata-rata video tersebut memperlihatkan Marshanda yang menyanyikan lagu orang lain.

Tak hanya bernyanyi, perempuan berkulit putih tersebut juga menari-nari. Ia mengenakan sackdress di dalam kamarnya yang luas.

Dalam salah satu videonya yang bertajuk ‘Who Do You Think You Are!!!’ ia pun mencaci teman SD-nya.

“Gue tahu loe paling cantik, pinter. Gue approve loe kan sekarang di FB.” Demikian sepenggalan umpatan marshanda yg terdapat di video untuk teman-temannya. Bahkan ia juga menyebutkan nama teman-teman yang dituju satu persatu.

Begitu heboh, kini video-video tersebut telah raib dari Youtube. Tentu saja sang pemilik ID adalah orang yang bisa menghapusnya. Yang tersisa kini hanya empat video trailer dari film ‘Kalau Cinta Jangan Cengeng’ yang diperankan Marshanda dan video klip ‘Bernafas Dengan Cintamu’.

Related Posts with Thumbnails

Incoming search terms for the article:

download video heboh marshanda (2)