-->

Cara Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah

Posted by admin on February 27, 2009 under Psikologi Pendidikan | Be the First to Comment

Kecemasan atau anxiety merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif sebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.

Adalah Sigmund Freud, sang pelopor Psikoanalisis yang banyak mengkaji tentang kecemasan ini. Dalam kerangka teorinya, kecemasan dipandang sebagai komponen utama dan memegang peranan penting dalam dinamika kepribadian seorang individu.

Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:

1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.
2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.
3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma

Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi. Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu: (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan (2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.

Di sekolah, banyak faktor-faktor pemicu timbulnya kecemasan pada diri siswa. Target kurikulum yang terlalu tinggi, iklim pembelajaran yang tidak kondusif, pemberian tugas yang sangat padat, serta sistem penilaian ketat dan kurang adil dapat menjadi faktor penyebab timbulnya kecemasan yang bersumber dari faktor kurikulum. Begitu juga, sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, galak, judes dan kurang kompeten merupakan sumber penyebab timbulnya kecemasan pada diri siswa yang bersumber dari faktor guru. Penerapan disiplin sekolah yang ketat dan lebih mengedepankan hukuman, iklim sekolah yang kurang nyaman, serta sarana dan pra sarana belajar yang sangat terbatas juga merupakan faktor-faktor pemicu terbentuknya kecemasan pada siswa.yang bersumber dari faktor manajemen sekolah.

Menurut Sieber e.al. (1977) kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.

Mengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:

1. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.
2. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.
3. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.
4. Sewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.
5. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.
6. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.
7. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.
8. Di hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.
9. Pengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.
10. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.

Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai bentuk kecemasan dan mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.

Refleksi untuk Anda:

Bagaimana hubungan antara kecemasan siswa dengan Ujian Nasional?

Incoming search terms for the article:

pengertian kecemasan (31), ARTI PELAJAR (30), kecemasan (10), mencegah kecemasan siswa di sekolah (9), masalah siswa di sekolah (9), cara mengatasi dampak negatif facebook (9), definisi pelajar (9), pengertian pelajar (8), permasalahan siswa di sekolah (8), penyebab cemas (7), penyebab kecemasan (7), kecemasan adalah (6), kecemasan belajar (6), dampak kecemasan (6), arti kecemasan (5), cara menghadapi siswa di dalam kelas (5), permasalahan Pelajar (5), cara menghindari dampak negatif facebook (4), cara mengatasi dan penyebab tindakan rasional (3), penanggulangan kecemasan (3), cara mencegah emosi (3), faktor penyebab adanya masalah siswa di sekolah (3), cara pencegahan gangguan pada alat pencernaan (3), ciri neurotik (3), kecemasan dan cara mengatasinya (2), kecemasan diri (2), Cara mengurangi minat siswa menggunakan facebook (2), Pengertian moral siswa (2), penyebab siswa tidak disiplin (2), faktor penyebab terjadinya masalah disekolah (2), dampak tugas sekolah pada siswa (2), DAMPAK UN BAGI PERKEMBANGAN MENTAL SISWA (2), hubungan antara layanan bimbingan belajar dengan motivasi belajar siswa (2), PENGARUH KECEMASAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR (2), definisi neurotik (2), tugas siswa di sekolah (2), cara menghindari pengaruh facebook (2), TINDAKAN YANG DAPAT MENCEGAH TERJADINYA KONFLIK ANTAR SEKOLAH (2), tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antara sekolah (2), masalah siswa (2), cara menanggulangi kecemasan saat pelajaran disekolah (2), tindakan-tindakan yang dapat mencegah konflik antar sekolah (2), cara konseling siswa (2), cara konseling individu (2), bimbingan konseling masalah siswa sma (2), upaya mengatasi dampak negatif facebook bagi siswa (2), tindakan mengatasi cemas (2), kecemasan siswa menghadapi uan (2), kecemasan siswa menghadapi ujian (2), kecemasan pelajar (2), cara mencegah kecemasan siswa di sekolah (2), pencegahan internet bagi siswa (1), mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar (1), mencegah timbulnya rasa cemas (1), mengantisipasi dampak facebook pada pelajar (1), menghindari pengaruh facebook (1), minat belajar siswa disekolah (1), Menghindari dampak facebook terhadap prestasi (1), Pengaruh guru bk bagi siswa dan sekolah (1), pengaruh facebook terhadap belajar siswa (1), neurotik;guru BK (1), motivasi untuk mengurangi kecemasan (1), metode ice breaking di kelas (1), PENERAPAN DISIPLIN BELAJAR DISEKOLAH (1), pengertian kecemasan siswa (1), sikap kepribadian negatip disekolah (1), siswa sma mesum di linkungan sekolah (1), stress pada siswa (1), tata cara menadi siswa yang baik di sekolah (1), tindakan - tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), tindakan mencegah terjadinya konflik (1), tindakan yang mencegah konflik antar sekolah (1), TINGKAT STRES DAN KECEMASAN SISWA MENGHADAPI UJIAN (1), tips efektif dalam konseling siswa (1), tips menghadapi tugas sekolah yang banyak (1), upaya mencegah rasa cemas (1), upaya untuk mencegah konflik antar sekolah (1), sieber 1977 psikologi (1), sekolah mencegah dampak negatif internet (1), sebab siswa bosan belajar (1), Pengertian murid (1), pengertian pelajar sukses (1), pengertian pengaruh nilai moral siswa (1), pengertian pengaruh ujian nasional terhadap pola belajar siswa (1), pengertian stres para pelajar (1), penyebab anak sering pingsan di sekolah (1), penyebab disiplin di sekolah (1), psikis pelajar (1), penyebab masalah siswa (1), penyebab terjadinya kecemasan (1), positif negatif facebook pelajar (1), related:mki idionline org/index php?uPage=mki mki_dl&smod=mki&sp=public&key=MTM1LTEy kecemasan menurut freud (1), www cara mencegah kecemasan com (1), mencegah pengaruh negatif dari orang lain (1), apakah neurotik (1), cara mengatasi guru yg galak (1), cara mengatasi kecemasan pada siswa sekolah (1), cara mengatasi konflik antar sekolah (1), cara mengatasi pengaruh internet terhadap pelajar (1)

FREE ANSAV 2 Beta V2.0.25 Update 25 Februari 2009

Posted by admin on February 26, 2009 under Anti Virus | 3 Comments to Read

Image

Update ANSAV versi 2.0.25 per tanggal 25 Februari 2009 telah dirilis. Update ini bisa mendeteksi 1125 virus yang banyak beredar.

AREA DOWNLOAD

  • ANSAV 2 Beta V2.0.25 dengan Update 25 Februari 2009 [portable] (.rar) : Link 1 (uploaded.to), atau Link 2 (Ziddu.com)
  • Hanya file update (.anv): Link 1 (.anv-uploaded.to), atau Link 2 (.zip-Ziddu.com)
  • ANSAV Terbaru

Incoming search terms for the article:

ansav februari 2010 (22), update ansav beta february 2010 (5), update ansav februari 2010 (5), ansav update februari 2010 (4), ansav terbaru februari 2010 (3), Ansav beta februari 2010 (3), ansav februari 2010 free (2), ansav february 2010 (2), update antivirus ansav beta 2010 (2), update ansav beta februari 2010 (2), update ansav bulan februari 2010 (1), upDATE ansav beta februari 2010 free (1), update ansav februari 2010 free (1), update ansav februari (1), ansaf beta 2010 (1), UPDATE ANSAV FEBRUARY 2010 (1), update ansav tebaru februari free (1), update ansav terbaru 2010 (1), update ansav terbaru februari free (1), Update Antivirus Ansav Februari 2010 (1), update anvas februari 2010 (1), update ansav beta (1), gratis ansav pebruari 2010 (1), free video porno miyabi beta (1), ansav 2 V2 0 25 free download (1), ansav 2010 feb (1), ansav 2010 free (1), ansav beta 2010 (1), ansav beta free download 2010 februari 09 (1), ansav beta update februari 2010 (1), ansav feb 2010 (1), ansav update february 2010 (1), Ansav update free (1), antivirus ansav beta 2010 (1), free ansav februari 2010 (1), FREE ANSAV FERUARI 2010 (1), free downoad ansav februari (1), free update ansav beta februari 2010 (1), updated ansav february 2010 (1)

7 Sikap Mencairkan Konflik di Sekolah

Posted by admin on February 25, 2009 under Uncategorized | Be the First to Comment

 7 Sikap Mencairkan Konflik di SekolahKonflik dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang dihadapkan dengan motif, keyakinan, nilai dan tujuan yang saling bertentangan. Konflik bisa dialami oleh siapapun dan di manapun, termasuk oleh komunitas di sekolah. Siswa, guru, atau pun kepala sekolah dalam waktu-waktu tertentu sangat mungkin dihadapkan dengan konflik.

Konflik yang dialami individu di sekolah dapat hadir dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Misalnya, seorang guru berhadapan seorang guru, seorang guru berhadapan dengan sekelompok guru, sekelompok guru tertentu berhadapan dengan sekelompok guru lainnya., dan sejenisnya. Konflik yang terjadi diantara mereka bisa bersifat tertutup, terbuka atau bahkan menjadi konfrontasi.

Apabila konflik yang terjadi di sekolah tidak terkelola dan bersifat destruktif, maka selain dapat mengganggu kesehatan dan kualitas kehidupan seseorang, juga dapat mengganggu terhadap pencapaian efektivitas dan efisiensi pendidikan di sekolah secara keseluruhan.

Terkait dengan upaya mengelola konflik di sekolah, Daniel Robin (2004) dalam sebuah artikelnya menawarkan tujuh sikap yang diperlukan untuk mencairkan konflik.

1. Define what the conflict is about

Definisikan secara jelas konflik apa yang sedang berkembang. Tanyakan pada setiap orang “Ada issue apa?”, lalu tanyakan pula “Apa kepedulian Anda di sini? atau “Apa yang kamu rasakan dan manfaat dari pertengkaran ini”. Secara berkala tanyakan pula “Apa yang ingin Anda capai dan bagamana kita harus mengerjakannya?”

2. It’s not you versus me; it’s you and me versus the problem

Memiliki keyakinan bahwa “Ini bukanlah pertentangan antara anda dengan saya, tetapi ini adalah saya bersama anda melawan masalah itu”. Masalah yang sebenarnya adalah masalah itu sendiri, yang harsus diselesaikan, bukan terletak pada orangnya. Adalah hal yang amat bodoh, jika Anda mencoba mengalahkan salah satu dari antara pihak yang berkonflik, karena suatu saat setelah mereka dikalahkan, meraka akan kembali melakukan pertempuran ulang (rematch) yang terus-menerus, yang mungkin dengan daya tembak yang lebih kuat. Jangan paksa orang untuk bertekuk lutut!

3. Identify your shared concerns against your one shared separation.

Lakukan identifikasi orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama dengan Anda dan orang–orang yang justru berseberangan dengan Anda. Jika dihadapkan pada suatu konflik, buatlah semacam kesepakatan dengan kelompok yang memiliki hubungan paling kuat (dimana Anda menyetujuinya), tidak dengan kelompok yang paling lemah. Ini akan lebih mudah dan juga lebih efektif, apabila Anda hendak mengalihkan hal-hal yang disetujui maupun tidak disetujui. Pahami sudut pandang mereka dan berikan penghargaan atas perbedaaan yang ada.

4. Sort out interpretations from facts.

Memilah interpretasi berdasarkan fakta. Jangan meminta suatu pendapat dari orang yang sedang berkonflik, karena hanya akan memperoleh pendapat dan penafsiran versi mereka. Tetapi sebaiknya ungkapkan “Apa yang telah kamu lakukan atau katakan?” pertanyaan semacam ini akan lebih menggiring pada fakta, yang selanjutnya dapat dijadikan dasar bagi pemecahan konflik

3. Develop a sense of forgiveness.

Kembangkan rasa untuk memaafkan. Tidak mungkin terjadi rekonsiliasi tanpa belajar memaafkan kesalahan orang lain. Banyak orang melakukan perdamaian tetapi tidak bisa mengubur kejadian yang sudah-sudah sehingga pada hari kemudian memunculkan lagi pertengkaran. Oleh karena itu, setiap orang penting untuk dibelajarkan mau memaafkan orang lain secara tulus. Yang lalu biar berlalu, hari ini kenyataan dan esok hari adalah harapan!

6. Learn to listen actively

Belajar mendengar secara aktif. Putarlah paradigma dari ungkapan “ Ketika saya bicara, orang lain mendengarkan” menjadi “Ketika saya mendengarkan, orang lain berbicara kepada saya”. Mendengarkan dengan tujuan untuk memahami, bukan untuk menjawab Mulailah dengan berusaha memahami, kemudian menjadi dipahami. Setidaknya dengan cara ini, akan membantu melepaskan ego atau uneg-uneg yang bersangkutan (katarsis)

7. Purify your heart.

Terakhir, berusaha mensucikan hati. Hati yang bersih merupakan benteng utama dari berbagai serangan dari luar  dan juga akan pembimbing kita dalam setiap tindakan. Anda tidak akan mendapatkan konflik atau kekerasan dari orang lain, jika dalam hati dan jiwa Anda bersemayam kebajikan. Rasa benci, iri dan dengki yang bercokol di hati kerapkali menjadi pemicu terjadinya konflik.

Incoming search terms for the article:

konflik antar sekolah (7), cara mengatasi konflik dengan orang lain (7), identifikasi tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (3), konflik di sekolah (3), tindakan-tindakan yang dapat mencegah konflik antar sekolah (3), tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (3), sikap menghadapi konflik (2), sikap untuk menghadapi konflik (2), mencegah terjadinya konflik antar sekolah (2), cara mengatasi konflik dalam suatu individu (2), tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antara sekolah (2), cara mengatasi konflik antar sekolah (1), mengelola konflik (1), menghadapi konflik cara konfrontasi (1), menghindari sikap individual (1), pencegahan konflik antara individu dan individu (1), tindakan-tindakan yg dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), Tindakan – tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antarsekolah (1), sikap identifikasi (1), tindakan yg mencegah terjadinya konflik antara sekolah (1), sikap untuk mencairkan konflik (1), tindakan mencegah konflik antar sekolah (1), tindakan mencegah konflik antarsekolah (1), tindakan mencegah terjadinya konflik (1), upaya untuk mencegah konflik antar sekolah (1), masalah yang terjadi disekolah dan cara mengatasinya (1), bentuk-bentuk konflik diseklah (1), cara menangani konflik antar kelompok (1), cara mencegah konflik antar sekolah (1), Cara mengatasi konflik antar guru dan kepsek (1), cara mengatasi konflik individu (1), cara mengatasi konflik sekolah (1), cara menghindari konplik dengan orang lain (1), identifikasi tindakan yang dapat mencegah terjadinya (1), identifikasi tindakan yang mencegah konflik antar sekolah (1), identifikasi tindakan yg dapat mencegah konflik antar sekolah (1), identifikasi tindakan yg mencegah konflik antar sekolah (1), identifikasi tindakan-tindakan yg dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), indakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), konflik individu dengan kelompok (1), konflik siswa (1), konflik siswa dengan guru (1), bentuk - bentuk konflik (1)

Gurihnya Nasi Sumsum Khas Banten

Posted by admin on February 24, 2009 under Uncategorized | Be the First to Comment

090221anasi sumsum Gurihnya Nasi Sumsum Khas BantenPasar Lama di Serang, Banten, bisa dibilang sebagai surganya penikmat kuliner malam. Salah satu pilihan adalah Warung Puri Sumsum. Tempat ini menyajikan nasi sumsun yang menjadi kudapan khas Banten. Sajiannya tentu berupa nasi yang dicampur dengan sumsum kerbau lalu dibakar. Berbagai bumbu termasuk sumsun dicampurkan dalam nasi sekitar 10 menit sebelum matang. Setelah itu, nasi dibungkus daun lalu dimatangkan dengan dibakar. Aroma khas akan menyebar saat proses pembakaran. Setelah matang, nasi menjadi lebih pulen berpadu dengan gurihnya sumsum dan bumbu yang meresap. Di akhir pekan, warung Puri Sumsum bisa menjual 1.500 porsi. Satu porsi dihargai Rp 10 ribu lengkap dengan teh panas. Warung ini buka setiap hari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Resep andalan tempat ini disebut-sebut sebagai resep turun temurun keluarga sejak tahun 1941.(IKA/Anca Lesmana)

Incoming search terms for the article:

nasi sumsum (9), resep nasi sumsum (5), RESEP MASAKAN KHAS BANTEN (3), masakan khas banten (2), resep Nasi khas banten (1), resep membuat membuat nasi sumsum banten (1), resep masakan nasi sumsum Khas banten (1), RESEP MAKANAN NASI SUMSUM KHAS BANTEN (1), Resep Makanan nasi sumsum (1), resep makanan khas banten (1), nasi sumsum serang (1), nasi sumsum khas banten (1), resep nasi sumsum khas banten (1)

10 Tips Sukses Menghadapi UAN 2009

Posted by admin on under Prediksi UNAS SMA 2009 | 7 Comments to Read

1. Berdoalah pada Tuhan

Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.

2. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional

Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

3. Bersikaplah proaktif

Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 5,50 justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

4. Buatlah rencana

Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

5. Perbanyaklah baca dan latihan soal

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

6. Belajar kelompok

Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

7. Efektifkan belajar di sekolah

Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus walaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

8. Mohon doa restu dari orang tua

Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2009 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.

9. Rajin Bertanya

Rajin-rajinlah bertanya, karena dengan bertanya kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jika ada kata/kalimat yang tidak kita ketahui di dalam buku yang kita pelajari, maka sangat dianjurkan untuk bertanya pada ahlinya, baik itu guru, orang tua, maupun kakak kita. Ketika di sekolah, jika ada penjelasan guru yang tidak kita mengerti maka bertanyalah. Jangan takut bertanya ! Karena kemungkinan masih banyak teman sekelasmu yang juga tidak mengerti penjelasan guru tersebut, hanya saja mereka malu bertanya.
Kalau tidak pernah bertanya, kita tidak akan tahu sampai kapanpun.
Ingat, “Malu bertanya, sesat di jalan”.

10. Motivasi Diri Anda

Motivasilah diri Anda sedini mungkin untuk belajar, karena dengan adanya motivasi dapat meningkatkan keinginan untuk selalu dan terus belajar. Salah satu cara memotivasi diri Anda adalah dengan membuat beberapa afirmasi, seperti “Kalau dia bisa, kenapa aku nggak bisa?”.

Saya rasa itu semua sudah cukup, tapi kalau kamu punya tips lainnya silahkan tulis komentar kamu, ya.

Semoga sukses di UAN nanti !
Mendapatkan hasil yang maksimal dengan pekerjaan sendiri adalah hal yang istimewa menurut saya.

Terima kasih

Incoming search terms for the article:

tips menghadapi ujian nasional (38), tips menghadapi UAN (30), kiat-kiat menghadapi ujian nasional (20), Kiat Sukses Ujian Nasional (18), strategi LULUS UAN 2010 (17), strategi menghadapi ujian nasional (17), kiat sukses menghadapi ujian nasional (17), kiat menghadapi ujian nasional (17), cara menghadapi ujian nasional (16), KIAT SUKSES UAN (15), tips hadapi un (14), motivasi menghadapi ujian (14), kiat-kiat menghadapi UAN (14), tips belajar sukses (12), motivasi menghadapi ujian nasional (12), tips-tips ujian nasional (11), tips menghadapi un 2010 (11), tips sukses uan (10), kiat sukses menghadapi un (10), tips sukses ujian nasional (10), menghadapi UASBN (9), tips menghadapi UNAS (9), strategi menghadapi UAN (9), kiat sukses belajar (9), cara sukses ujian nasional (9), cara belajar menghadapi UAN (9), tips-tips menghadapi UAN (8), tips SUKSES UN (8), sukses hadapi UAN (8), sukses uan 2010 (8), tips belajar menghadapi UAN (7), kiat kiat sukses menghadapi uan 2010 (7), kiat-kiat sukses menghadapi UAN (7), kiat sukses uan 2010 (7), tips-tips menghadapi un (7), tips-tips menghadapi ujian (7), cara sukses uasbn (6), Tips lulus ujian nasional (6), tips belajar menghadapi ujian (6), strategi belajar menghadapi UN (6), cara menghadapi ujian nasional 2010 (6), tips menghadapi Ujian Akhir Nasional (6), tips sukses un smp (6), cara sukses menghadapi UN (6), strategi lulus ujian nasional 2010 (5), tips ujian nasional 2010 (5), tips menghadapi UN dengan sukses (5), tips sukses menghadapi UNAS (5), tips-tips menghadapi ujian nasional (5), 10 tips menghadapi UN (5), doa menghadapi ujian (5), kiat sukses menghadapi UN 2010 (5), CARA SUKSES UAN (5), Tips hadapi ujian nasional (5), kiat-kiat sukses menuju UN 2010 (5), tips belajar un (5), tips dan trik sukses ujian nasional (5), Tips dan trik sukses ujian nasional SMP (5), cara sukses menghadapi UAN (5), tips menghadapi un smp (4), motivasi untuk ujian nasional (4), trik belajar menghadapi uan smp (4), tips sukses menghadapi ujian (4), Tip menghadapi ujian nasional (4), motivasi menghadapi un (4), tips menghadapi ujian nasional 2010 (4), tips sukses menghadapi uan (4), cara menghadapi UASBN KLS VI (4), kiat- kiat menghadapi UAN (4), tips belajar menghadapi un (4), motivasi un (4), Motivasi UAN (4), kiat sukses menuju UN (4), kiat kiat sukses menghadapi UN (4), kiat-kiat sukses menghadapi UN (4), cara sukses menghadapi ujian nasional (4), tips lulus ujian nasional 2009 (3), motivasi siswa menghadapi un (3), strategi menghadapi UNAS (3), kiat sukses hadapi UN (3), Tips belajar untuk menghadapi ujian nasional (3), kiat-kiat sukses ujian nasional (3), tips & trik menghadapi uasbn (3), tips hadapi ujian nasional 2010 (3), strategy sukses lulus ujian nasional (3), CARA TEPAT MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (3), kiat belajar menghadapi un (3), Cara belajar menghadapi ujian nasional (3), cara belajar untuk menghadapi uan (3), tips un biar lulus tanpa mencontek (3), tips sukses menghadapi UN (3), Cara menghadapi ujian un (3), cara sukses ujian nasional 2010 (3), Tips dan trik sukses UAN SMP (2), motivasi 10 kiat sukses un (2), motivasi lulus ujian (2), tips cara menghadapi uan (2), sukses uan smp (2), MENUJU SUKSES UNAS (2), cara menghadapi un smp (2)